SEJARAH DESA

ASAL USUL SEJARAH DESA PELEMGEDE

 2.1.1 Asal-Usul/Legenda Desa

Disuatu dusun rakyatnya hidup tentram dan damai. Dusun tersebut dipimpin oleh Mbah Baris. Mbah Baris mempunyai dua orang saudara, Pangeran Suro Paing dan Wangkit Jogo Rekso. Dari kedua saudara itu berbeda perwatakannya. Wangkit Jogo Rekso baik hati, tetapi Pangeran Suro Paing Nakal dan sombong.

Suatu malam ketentraman dusun itu terusik dengan perilaku segerombolan anak muda yang mengganggu dusun tersebut. Merampok dan mencuri, itulah suasana dusun tersebut tiap malam. Kemudian tiap malam diadakan ronda malam bergiliran setiap perampok atau pencuri tersebut tertangkap, mereka berkata bahwa yang menyuruh adalah Pangeran Suro Paing saudara Ketua Deusun tersebut semua orang tidak bisa mengalahkan kesaktian Pangeran Suro Paing tersebut.

Para tokoh dusun tersebut dikumpulkan  untuk membahas kekisurhan dusun tersebut termasuk Mbah Baris dan Ki Wangkit. Semua orang bingung untuk memikirkan bagaimana supaya bisa mengingatkan Pangeran Suro Paing. Ada seorang menyarankan untuk menyuruh wanita cantik mengantar peresan kudhu ke Pangeran Suro Paing. Mabh Baris menunjuk Wanti Asih anak ki Wangkit Jogo Rekso untuk mengemban tugas ini, berangkatlah Wanti Asih kerumah pamannya dengan hati was-was.

Tibalah Wanti Asih kerumah pamannya Pangeran Suro Paing. Setelah berbincang-bincang sejenak minuman peresan kudhu diberikan kepada Pangeran Suro Paing. Diminumlah minuman itu, setelah beberapa saat, Pangeran Suro Paing tak berdaya seolah tidak punya tenaga sama sekali. Kemudian datanglah Mbah Baris beserta yang lain, Pangeran Suro Paing meminta maaf atas tindakannya yang meresahkan dusun, Pangeran Suro  Paing Berpesan kepada orang-orang anak keturunannya jangan sampai hidup ditempat itu dengan jalan menggaris tanah dengan keris pusakanya. Setelah ki Suro menggaris tanah dengan keris, sebelah selatan garis itu ada pohon mangga yang rindang dan besar (Bahasa Jawa wit pelem kang ijo panggonan seng dhak) maka tempat itu diberi nama dhukuh Jodhak. Dan berpesan setahun sekali anak cucunya harus makan bareng menyembelih kerbau dan nanggap gamelan.

Keanehan terjadi pada pohon mengga tersebut, Buah mangga yang jatuh disebelah utara tidak bisa matang tetapi bila jatuh disebelah selatan mangga tersebut tiba-tiba matang. Maka tempat sebelah selatan dinamakan Pelem Gedhe (mangga yang besar).

Ada sekelompok orang yang hidup disebelah barat dukuh jodhak. Tiap hari hanya bertengkar dan cek-cok dengan tetangga biarpun ada hal-hal yang sepele (bahasa jawa : Podho udur). Maka dinamakan dukuh Kudur.

Ada seorang janda yang hidup ditempat sebelah timur Dukuh Pelemgede mbok rondho dhadapan, karena tiap hari membuat tikar pandan dengan tekun dan hatinya baik maka setelah meninggal tempat itu dinamakan Dukuh sedadap atau Dadap.

Ada sekelompok orang yang hidup sebelah barat sendiri tiap hari kesulitan untuk mencari air. Orang-orang tersebut tiap hari menggali tanah membuat sumber tetapi tidak ada yang keluar airnya. maka diputuskan untuk pindah ditempat itu, berjalanlah ketimur dan mendapatkan tempat dipinggir telaga. Mereka hidup tenang dan tentram. Untuk mengabadikan tempat itu dinamakan dukuh Tlogo.

Dari kelima dukuh itu , Jodag, Pelemgede, Kudur, Dadap dan Tlogo disepakati tempat / pusat pemerintahanya didukuh Pelemgede karena ditengah-tengah Kelima dukuh tersebut.

 

2.1.2. Sejarah Pemerintahan Desa

 Tabel 1. Sejarah Pemerintahan Desa

Nama – Nama Demang/ Lurah/Kepala Desa Sebelum dan Sesudah Berdirinya Desa Pelemgede

No Periode Nama Kepala Desa Keterangan
1 1921 s/d 1944 RESODIKROMO MOIN
2 1924 s/d 1967 MANGUNDIHARJO DASIMIN
3 1974 s/d 1992 ZAMAKSARI
4 1992 s/d 2002 RAMELAN
5 2002  s/d 2013 MASRUKAN
6 2013 s/d 2018 dr. HADI MUSTAMAR
7 2018 – Sekarang dr. HADI MUSTAMAR

 

 

 

Facebook Comments